Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Friday, July 19, 2013

Kemkes siapkan pendidikan jarak jauh untuk perawat/bidan

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kesehatan menyiapkan pelatihan jarak jauh bagi para perawat/bidan yang belum memiliki tingkat pendidikan setara D3 yang dapat diakses para tenaga kesehatan tersebut dari daerah masing-masing.

"Misalnya ada perawat atau bidan yang bekerja di Puskesmas tapi pendidikannya masih di bawah D3 maka untuk mendapatkan ijazah D3, ia bisa mengikuti saja dari Puskesmas. Diakses, diikuti semuanya, ada kuliah dan ada ujiannya," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai peresmian Unit Pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh, Badan Pendidikan dan Pembelajaran Sumber Daya Manusia Kesehatan di Jakarta, Selasa.


Diharapkan dengan pelatihan jarak jauh itu seluruh perawat/bidan akan dapat memiliki ijazah setara D3 untuk memenuhi persyaratan peraturan baru kesehatan.


Menkes mengatakan pelatihan tersebut tidak akan dipungut biaya apapun bagi para perawat/bidan yang telah bekerja namun akan membutuhkan akses internet yang harus disediakan oleh peserta.


"Biayanya hanya biaya untuk internet. Tapi kita sedang kerja sama dengan Kominfo, Pustekkom dan Menteri PDT supaya di daerah-daerah terpencil itu dikembangkan kemungkinan untuk disediakan internet, listrik dan lain sebagainya," ujar Nafsiah.


Sejak dimulai pada tahun 2012, pelatihan jarak jauh itu telah melatih 140 peserta dari empat provinsi yaitu NTT, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi lain yang siap menyelenggarakan pelatihan jarak jauh adalah Kaltim dan Gorontalo.


Pelatihan itu disebut Menkes belum dapat dilakukan di seluruh provinsi karena tergantung dari kesiapan sarana baik fisik maupun SDM dari poltekkes setempat.
(A043/N005)




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Kasus flu burung menurun pada Ramadhan

Yogyakarta (ANTARA News) - Kasus flu burung pada unggas di Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki bulan Ramadhan cenderung menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Kepala Unit Pengendalian Penyakit avian Influenza Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Wahana Adiwijaya di Yogyakarta Senin mengatakan, penurunan kasus flu burung antara lain disebabkan menurunnya curah hujan.


"Wabah flu burung memasuki bulan puasa ini kami bisa menyatakan menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya, sehingga masyarakat tidak perlu resah," katanya.


Ia menyebutkan hingga 14 Juli 2013 populasi unggas terkena flu burung di DIY hanya berada di Kabupaten Kulon Progo dengan jumlah 3 ekor unggas dari 224 populasi uanggas.Sementara untuk Kabupaten lainnya tidak ditemukan.


"Kasus flu burung yang ditemukan bukan pada peternak, melainkan pada peliharaan rumah tangga," katanya.


Jumlah tersebut, jauh dari kasus flu burung pada Januari 2013 yang ditemukan sebanyak 14 unggas positif flu burung dari 225 populasi unggas.


"Januari cukup banyak (kasus flu burung) sebab curah hujan masih tinggi," katanya.


Kendati demikian, penyebaran wabah flu burung rentan meningkat kembali seiring potensi meningkatnya tren pembelian unggas hidup khususnya ayam di kalangan masyarakt khususnya H-7 Hari Raya Idul Fitri mendatang.


"Jual-beli ayam hidup meningkat menjelang Lebaran. Biasanya rentan menjadi sumber penyebaran virus flu burung," katanya.


Sehingga ia tetap mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengurung ayam yang telah dibeli dari pasar. Hal itu, menurut dia, efektif menekan penyebaran virus flu burung.




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Thursday, July 18, 2013

Kemenag: cegah penularan virus korona dengan masker

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengimbau calon haji berupaya mencegah penularan virus korona dengan menggunakan masker dan menjaga kesehatan.

"Karena asal muasal virus ini penularannya dari bersin dan batuk, jadi calon haji yang retan kami imbau untuk menggunakan masker," ujar Anggito Abimanyu di Jakarta, Senin.

Anggito mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, belum ada penangkal virus korona yang saat ini terdapat di Arab Saudi sehingga menjaga kesehatan adalah salah satu upaya pencegahan penularan virus tersebut.

"Pencegahan agar menjaga diri supaya tetap sehat, itu artinya minum banyak air putih, makan yang cukup, istrahat yang cukup, periksa kesehatan, terutama bagi calon haji yang retan, seperti calon haji yang sudah tua," ujar Anggito.

Selain itu, Kemenag juga mengimbau petugas haji untuk senantiasa mengingatkan para calon haji agar menjaga kesehatan dan menggunakan masker.

"Di samping calon haji melakukan suntik meningitis, juga dilakukan vaksin influenza, khususnya bagi calon haji yang retan tadi," kata Anggito.

Anggito menegaskan, dalam menanggapi adanya virus korona di Arab Saudi, pemerintah Indonesia tidak reaktif untuk mengurangi calon haji yang diberangkatkan. Namun, lebih pada merespons dengan upaya pencegahan yang secara medis bisa ditanggulangi.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

BPOM Bengkulu temukan makanan berbuka mengandung formalin

Bengkulu (ANTARA News) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bengkulu menemukan kandungan bahan berbahaya berupa formalin pada makanan berbuka puasa yakni mie dan pempek, Senin.

"Kami menguji makanan berbuka di dua lokasi yakni di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, dan di Kelurahan Kampung, hasilnya ada makanan yang positif mengandung formalin," kata Kepala BPOM Bengkulu Zulkifli.


Ia mengatakan hal itu saat inspeksi mendadak di dua tempat penjualan makanan berbuka puasa di Kota Bengkulu itu.


Setelah mengambil 74 sampel di dua lokasi tersebut, ditemukan dua jenis makanan yang mengandung formalin yakni pempek kemasan dan mie yang dibuat menjadi makanan rujak mie.


"Yang positif mengandung formalin itu kami temukan dari pusat jajanan berbuka di kawasan Kelurahan Kampung," tambahnya.


Ia mengatakan formalin merupakan bahan berbahaya yang bila dikonsumsi dapat mengakibatkan penyakit kanker hati dan ginjal.


Penggunakan bahan kimia seperti boraks, formalin dan donamin jelas sangat tidak dibolehkan karena mengandung zat yang berbahaya.


"Dampaknya bisa mengakibatkan penyakit bagi para konsumen," tambahnya.


Ia menambahkan BPOM Bengkulu akan terus melakukan uji sampel di beberapa lokasi penjualan makanan berbuka puasa atau takjil selama Ramadhan.


Razia berkesinambungan tersebut dengan tujuan agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tidak dirugikan dan terlindung dari pangan berbahaya.


"Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, akan melakukan pembinaan pada pelaku usaha," tambah Zulkifli.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Edriwan Mansyur yang turut dalam sidak tersebut mengatakan akan melaporkan hasil pemeriksaan dan temuan itu ke Tim Ramadhan kota Bengkulu.


"Tim Ramadhan ini beranggotakan kepolisian yang nantinya dapat menindak secara hukum," katanya.


Selain itu, Disperindag juga akan dilibatkan untuk mengetahui asal mie dan pempek mengandung formalin itu, terkait dengan izin berjualan dan lainnya.




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Arab Saudi peringatkan jamaah haji soal virus MERS

Jakarta (ANTARA News) - Pejabat kesehatan Arab Saudi telah meminta jamaah haji untuk mengenakan masker di tempat-tempat yang ramai guna menghentikan penyebaran virus MERS.

Sejumlah persyaratan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan setempat juga meminta orang tua atau orang-orang dengan penyakit kronis untuk menunda perjalanan haji mereka, demikian diberitakan oleh BBC.


Sekitar 38 orang di Arab Saudi meninggal dunia oleh virus ini.


Padahal, jutaan muslim dari seluruh dunia akan ikut ambil bagian dalam penyelenggaran haji Oktober ini.


Pejabat kesehatan mendesak jamaah untuk menjaga kebersihan prtibadi, menggunkan tissue saat bersin dan batuk serta mendapatkan vaksinasi sesuai kebutuhan.


Virus MERS (Middle East respiratory-syndrome) adalah sindrom saluran pernapasan yang muncul di jazirah Arab pada September 2012 dan merupakan bagian dari sebuah famili virus yang besar. Virus ini meliputi pilek dan SARS (severe acute respiratory syndrome/sindrom saluran pernapasan akut parah).


Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) sejauh ini telah mengkonfirmasi ada 80 kasus infeksi secara total, termasuk 44 kematian di seluruh dunia.


Arab Saudi memperkenalkan persyaratan untuk sertifikat imunisasi polio pada 2003 atas kekhawatiran muncul kembalinya virus tersebut, demikian dikutip laman bbc.(*)

Penerjemah: Ade Irma Junida

Editor: Ruslan Burhani


COPYRIGHT © 2013


Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Wednesday, July 17, 2013

INA CBGs sistem pembayaran dalam JKN

Jakarta (ANTARA News) - Manfaat implementasi Indonesia Case Based Groups  (INA CBGs) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah tarif terstandarisasi dan lebih memberikan kepastian.

Perhitungan tarif pelayanan lebih objektif berdasarkan pada biaya sebenarnya. Melalui INA CBGs diharapkan dapat meningkatkan mutu dan efisiensi rumah sakit, demikian keterangan tertulis Kemenkes, Jumat,


Ina-CBG merupakan sistem pengelompokan penyakit berdasarkan ciri klinis yang sama dan sumber daya yang digunakan dalam pengobatan. Pengelompokan ini ditujukan untuk pembiayaan kesehatan pada penyenggaraan jaminan kesehatan sebagai pola pembayaran yang bersifat prospektif.


Menurut Dirjan Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan RI, Akmal Taher,  penyesuaian tarif INA-CBGs sedang dalam tahap penyempurnaan, diusahakan pada awal Juli ini akan selesai untuk pengelompokan 1.077 jenis penyakit.


"Dalam penetapan tarif, tentunya tidak akan mengurangi hak rumah sakit dan pasien dalam porsinya masing-masing. Angka yang akan ditetapkan nantinya bukan hasil tebak-tebakan, melainkan pengalaman, observarsi dengan menggunakan sampel 1.000 kasus," kata Akmal saat menggelar jumpa pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.


Penyesuaian tarif INA-CBGs untuk JKN dilakukan mengingat ada konsekuensi biaya dari aktivitas yang dilakukan.


Meski harga paket pelayanan kesehatan berbeda pada tiap wilayah berdasarkan regionaliasi, namun dengan sistem paket INA-CBGs, kualitas obatnya tetap sama di setiap wilayah.


Menurut Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Usman Sumantri, tidak akan ada pembedaan dalam kuantitas dan kualitas obat kepada masyarakat selama paket dan penyakitnya sama.


"Obatnya tidak berbeda dalam jumlah dan kualitas di regional manapun, selama paket dan penyakitnya sama," ungkapnya.


Sementara itu Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Maura Linda Sitanggang menambahkan harga obat pasti berubah namun tidak mengubah dosis dan jumlah obat yang diberikan.


"Pemerintah melalui rumah sakit sebagai penyedia, akan memberikan obat sebaik-baiknya. Keefektifan obat akan berlaku sesuai berjalannya formularium nasional," kata Maura.




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Pelayanan paliatif terintegrasi harus segera

Jakarta (ANTARA News) - Pelayanan paliatif terintegrasi harus segera diwujudkan di Indonesia mengingat banyaknya jumlah pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa.

"Seharusnya pelayanan paliatif sudah terintegrasi di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia termasuk dalam hal pembayaran dan jenis jasa medik perawatannya," kata salah satu tim perawat di Rumah Rachel, Susi Susilawati, dalam temu media "Komitmen Novartis Membantu Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien: Tekankan Manfaat Asuhan Paliatif" di Jakarta, Selasa.

Susi mengatakan untuk mewujudkan itu diperlukan komitmen bersama termasuk pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membuat pengobatan paliatif digunakan secara luas untuk mengobati penyakit yang mengancam jiwa.

Paliatif merupakan perawatan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh dengan tujuan mengurangi penderitaan pasien, memperpanjang umurnya, meningkatkan kualitas hidupnya, juga memberikan dukungan kepada keluarganya.

"Kalau di luar negeri pelayanan paliatif sudah sedemikian baik sehingga sudah menyatu dengan pengobatan kuratif biasa di rumah sakit-rumah sakit," kata dia.

Salah satu sebab kurang populernya perawatan paliatif di Indonesia, menurut manager program Rumah Rachel Nur Hanita, kurangnya dukungan pemerintah.

"Salah satu contohnya adalah susahnya mengurus ijin pendirian hospis yang menyelenggarakan asuhan paliatif, ijinnya masih simpang siur apakah harus ke Dinas Sosial atau ke mana," katanya.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung