Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Para peneliti dimaksud adalah Prof Lieke Riadi (Indonesia/ Ubaya), Randal Hart (Indonesia/The World Renown Investor Indonesia), Prof Dr Mohd Ali Hassan (Malaysia/UPM), Prof Deok Chun Yang (Korea Selatan/University Kyung Hee), dan Prof Tzou-Chi Huang (Taiwan/National Pingtung University of Science and Teknology/NPUST).
Peneliti Indonesia Prof Lieke Riadi memaparkan temuan tentang bio-solar dari minyak bekas yang prosesnya dapat dilakukan dalam suhu kamar, sehingga tak perlu suhu panas. Randal Hart dari The World Renown Investor di Indonesia memaparkan penelitian tentang pemadam api dari tanaman. Tanaman itu, bahkan bisa bergerak mencari sumber api dan memadamkannya.
Lain halnya dengan Prof Dr Mohd Ali Hassan dari Universitas Putra Malaysia yang menemukan mesin pembuat kompos dengan proses dalam kurun waktu satu bulan lebih cepat dari biasanya 3--4 bulan.
Sementara itu, Prof Deok Chun Yang mewakili Universitas Kyung Hee dari Korea Selatan memaparkan temuan terkait pembuatan ginseng gunung dalam waktu 45 hari sudah bisa dipanen dan berkhasiat untuk mengobati kanker atau berfungsi sebagai antikanker.
"Hasil temuan beliau sudah dijadikan produk yang dijual di Korea Selatan dengan harga 250 Won sampai 6600 Won, padahal ginseng biasanya memerlukan waktu ratusan tahun, namun secara bioteknologi bisa diperpendek," kata dosen Teknobiologi Ubaya yang juga mahasiswa Universitas Kyung Hee, Johan.
Mewakili National Pingtung Univerisity of Science and Teknology (NPUST) Taiwan, Prof Tzou-Chi Huang memaparkan temuan obat herbal untuk penyakit degeneratif (penyakit yang menyerang fungsi atau struktur dari jaringan atau organ tubuh yang makin lama makin memburuk, misalnya kanker, diabetes, jantung, paru-paru, pikun dan osteoporosis).
"Ke depan, masyarakat harus kembali kepada bahan-bahan ramah lingkungan dengan proses bioteknologi, misalnya dari kompos kimia ke bio-kompos, dan minyak solar ke bio-solar," kata Direktur `Ubaya-Tan Chong-Center of Asian Management Studies` Prof Gunawan.
Tan Chong Group merupakan perusahaan global yang berbasis di Malaysia serupa dengan Grup Astra di Indonesia yang bekerja sama dengan Ubaya di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(E011/T007)
"Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif `Cinamic acid derivative`," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Rabu.
Selain Mhas Agoes Triambada, ada empat mahasiswa lain yang mendukung penelitian tersebut, yakni Audisty Oktavian, Saraswati, Wildan Noor, dan Rahayu.
Lebih lanjut Mhas Agoes mengatakan bahwa Cinamic acid derivative merupakan senyawa yang mampu mendorong regenerasi sel epitel. Zat tersebut juga berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe I.
Unsur aktif lain yang terkandung dalam kulit salak yang sudah diolah menjadi teh itu, kata Mhas Agoes, adalah Pterostilbene, yakni zat anti diabetes yang berperan langsung dalam menurunkan kadar gula darah.
Teh berbahan baku limbah kulit salak karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang yang diberi nama "Litlak Tea" itu dijual seharga Rp3.000. Teh kulit salak tersebut diolah menjadi sejumlah varian rasa, yakni original, cokelat, dan vanila dengan ukuran gelas sedang.
Rasa original dikhususkan untuk penderita diabetes, sedangkan rasa cokelat dan vanila untuk kalangan non-diabetes. "Kami berharap teh hasil penelitian kami ini bisa diterima oleh semua kalangan sebagai minuman sehat dan nikmat, terutama bagi penderita diabetes," ujarnya.
Kelima mahasiswa tersebut juga berharap ada investor yang mau bergabung untuk memajukan dan mengembangkan peluang usaha tersebut dan akhirnya bisa diterima pasar secara luas.