Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Divisi Hematologi-Onkologi Medik FKUI/RSCM dan Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PB Papdi), Dr Nadia Ayu Mulansari kepada pers di Jakarta, Rabu, mengatakan, anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal.
Jika kadar hemoglobin darah berkurang, maka kadar oksigen dalam darahpun akan berkurang. Hal ini disebabkan oksigen kehilangan kendaraan untuk beredar ke seluruh tubuh, katanya.
Dalam jangka panjang, menurut Nadia, anemia dapat merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu kerja organ vital dan memicu berbagai penyakit berbahaya.
Misalnya anemia menyebabkan jantung meningkatkan kinerjanya untuk meningkatkan jumlah darah yang beredar.
Jika terjadi dalam waktu lama jantung akanb mengalami perubahan bentuk berupa otot jantung yang dapat memicu terjadinya gagal jantung, jelasnya.
Ia menambahkan, gejala anemia adalah kulit dan mata yang pucat, rambut rontok, mulut dan kerongkongan kering, tubuh olemah, mudah sakit, napas pendek, jantung berdebar dan sulit konsentrasi.
Gejala anemia baru dirasakan pada stadium lanjut, meski kekurangan zat besi sudah terjadi sejak stadium wal, ujarnya.
Nadia mengatakan, anemia dapat terjadi pada siapa saja dan segala usia. Tiga dan empat orang di dunia mengalami kekurangan zat besi.
53 persen pada anak usia sekolah, 51 persen pada wanita hamil, dan 48 persen anak-anak dibawah usia dua tahun, serta 35 persen pada anak usia pra sekolah. Di Indonesia 40 persen pada anak usia subur mengalami anemia, katanya.
Meski demikian, lanjut Nadia, perempuan cenderung lebih berisiko terkena anemia ketika sedang hamil, menyusui, haid maupun melakukan diet makanan yang mengadung zat besi. Anemia juga bisa menjadi indikasi awal kanker, ujarnya.
Untuk mencegah besarnya risiko tersebut lanjut Nadia, maka para penderita lebih banyak mengkonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari hewani, maupun nabati. Sumber hewani, ikan hati, daging, unggas, sedangkan nabati sayuran hijau, ujar.
Sementara itu, Head of Marketing Divisi Consumer Health PT Merk Tbk, Feni Herawati mengatakan, mengkonsumsi Sangobion merupakan salah satu supplemen untuk mencegah dan mengatasi anemia.
Karena Sangobion memiliki formula khusus pembentuk sel darah merah yaitu zat besi mineral dan asam folat, katanya.
Selain itu, lanjut dia, perlu dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam tubuh secara teratur, bagi yang berisiko anemia dapat dilakukan setahun sekali sebagai pemeriksaan awal.
Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, Nils Moen mengatakan, Merck senantiasa berkomitmen memberikan edukasi pada masyarakat mengenai isu kesehatan dan termasuk diantaranya adalah anemia.
Anemia menjadi fokus karena mengacu pada data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menyampaikan pencegahan paling mudah melalui edukasi. Edukasi yang baik mengenai anemia dapat meningkatkan produktivitas nasional sampai 20 persen, ujarnya.
"Gejala anemia baru dirasakan pada stadium lanjut, padahal kekurangan zat besi sudah terjadi sejak stadium awal. Oleh sebab itu ini harus lebih diwaspadai," kata Nadia dalam jumpa pers edukasi anemia di Jakarta, Rabu.
Nadia menjelaskan anemia sebagai gejala satu penyakit dan biasanya menjadi awal atau indikator beberapa penyakit kronis seperti kanker atau thalasemia.
Anemia adalah keadaan yang menggambarkan hemoglobin atau sel darah merah kurang dari nilai normal yang pada perempuan dewasa mencapai 12, sementara pada pria 13,5.
Keluhan yang sering timbul dari anemia adalah lemas, mudah lelah, mudah sakit, napas pendek, jantung berdebar, sulit konsentrasi, kulit dan mata pucat, rambut rontok, serta mulut dan kerongkongan kering.
"Karena tidak memiliki gejala yang khas, pasien biasanya datang karena hasil medical check-up yang mengkhawatirkan akibat kondisi cadangan zat besi dalam tubuh sudah habis dan hemoglobin sudah sangat rendah," kata Nadia.
Nadia bercerita bahwa para pasien menganggap rambut beruban, keletihan dan lesu adalah hal biasa akibat bekerja. Lebih lanjut Nadia menjelaskan bahwa gejala anemia bergantung pada penyakit penyerta atau penyebab.
Ada beberapa jenis penyebab anemia; pendarahan kronis, genetik, penyakit kronis atau keganasan, dan gangguan nutrisi akibat kekurangan zat besi.
"Kekurangan zat besi memang mayoritas penyebab anemia akibat dari konsumsi daging, sayuran hijau, serta kurangnya suplemen," ujar Scientific Manager PT Merck Tbk-CH Division, dr. Aninda Perdana, B Med Sc.