Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Terapi. Show all posts
Showing posts with label Terapi. Show all posts

Sunday, June 2, 2013

Terapi gen akan lindungi terhadap pandemi flu

Washington (ANTARA News) - Beberapa peneliti AS, Rabu (29/5), mengatakan mereka telah mengembangkan terapi baru gen yang dalam studi pada hewan dapat memberi perlindungan luas terhadap virus flu yang berkaitan dengan pandemi bersejarah pada manusia.

Jika terbukti bisa digunakan pada manusia, pendekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membentengi manusia dari penyakit menular yang menyebar melalui populasi manusia di kawasan yang luas, atau melindungi orang yang berusia lanjut serta penduduk yang beresiko tinggi terhadap flu musiman.

Temuan itu, yang digambarkan di dalam satu studi di jurnal Science Transnational Medicine, melibatkan penggunaan molekul kuat yang dikenal sebagai antibodi yang sangat menetralkan yang dapat melumpuhkan banyak virus dan mengemas virus menjadi vektor virus yang berkaitan dengan adeno (AAV). Vektor AAV digunakan secara luas untuk mengirim gen dalam terapi gen.

Para peneliti kemudian menyuntikkan vektor virus yang berisi antibodi ke dalam saluran nafas tikus yang terpajan pada banyak rangkaian mematikan virus H5N1 dan dua rangkaian H1N1, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Semua rangkaian tersebut berkaitan dengan pandemi bersejarah pada manusia, termasuk H1N1 1918, yang terkenal karena menewaskan sebanyak 40 juta orang.

Virus flu dengan cepat menggandakan diri pada hewan yang tak diobati dan semuanya perlu disuntik mati, kata Xinhua. Namun, pra-pengobatan dengan vektor AAV secara jelas menutup penggandaan virus dan memberi perlindungan total terhadap semua rangkaian flu pada hewan yang diobati.

Kemanjuran pendekatan itu juga diperlihatkan pada musang, yang memberi contoh yang lebih otentik mengenai penularan flu secara luas pada manusia, kata para peneliti tersebut.

"Barunya pendekatan ini ialah kami menggunakan AAV dan kami akan mengirim vaksi prophylactic pada hidung dengan cara non-invasif, bukan suntikan seperti vaksin konvensional yang secara pasif mengirim antibodi ke lingkaran umum," kata Maria Limberis, Asisten Profesor di University of Pennsylvania dan salah seorang penulis studi itu, di dalam satu pernyataan.

Namun, sekalipun hasil penelitian tersebut menjanjikan, para peneliti itu menyatakan pekerjaan lebih lanjut diperlukan guna memastikan keamanan pendekatan itu pada manusia dan berapa lama itu memberi perlindungan sebelum penggunaan-kembali diperlukan.
(C003)



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

Monday, April 22, 2013

Terapi untuk Kelainan Janin

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan dugaan janin gagal hidup.

KOMPAS.com - Perkembangan ilmu kebidanan saat ini memungkinkan untuk memberikan terapi dengan intervensi intra-uterin pada janin. Terapi dengan intervensi intra-uterin memungkinkan dokter untuk memberikan perlakuan pada janin tanpa melakukan tindakan operasi besar.


Terapi dengan intervensi intra-uterin ini khususnya untuk mengoreksi kelainan pada janin yang diakibatkan oleh cacat bawaan. Cacat bawaan dapat disebabkan faktor genetik atau lingkungan. Namun menurut spesialis kebidanan Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB) dr. Nurwansyah, Sp.OG, hingga 80 persen cacat bawaan tidak ketahui penyebabnya.


"Cacat bawaan disebabkan oleh multifaktorial, sehingga hingga kini belum dapat diketahui secara pasti," ujar Nurwansyah dalam Seminar Dokter yang bertajuk "Updates in Maternal - Fetal Medicine" Sabtu (6/4/2013) di RSPB Tangerang. Bahkan virus seperti toksoplasma, lanjut Nurwansyah, justru sangat jarang menyebabkan cacat bawaan, yaitu kurang dari 1 persen.


Maka, untuk mengantisipasi adanya cacat bawaan pada janin, diperlukan terapi dengan intervensi intra-uterin yang didahului dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk mendeteksi adanya cacat bawaan pada janin.


"Diagnosa dari hasil USG merupakan yang terpenting karena sangat menentukan tindakan apa yang selanjutnya dilakukan," tutur Nurwansyah.


Beberapa kelainan pada janin yang dapat dilakukan terapi dengan intervensi intra-uterin yaitu anemia janin. Anemia janin dapat terjadi jika ada perbedaan rhesus ibu dengan janin. Perbedaan rhesus tersebut akan menyebabkan janin tidak mendapatkan nutrisi dari darah ibu karena tubuh ibu membentuk antibodi terhadap darah janin.


"Jika dibiarkan, maka janin hanya maksimal bertahan hidup hingga tujuh bulan dan meninggal," ujar Nurwansyah.


Ia melanjutkan, terapi untuk kasus ini yaitu dengan imunisasi pada ibu agar tidak menghasilkan antibodi dalam bentuk anti-rhesus.


Adapula kelainan hidrothorax, yaitu adanya cairan di rongga thorax. Cairan dapat dikeluarkan dengan penusukan langsung di bagian tersebut. Begitupula dengan hidrocepalus, yaitu kelebihan cairan di otak.


Selain beberapa kelainan akibat cacat bawaan yang sudah disebutkan, masih ada lagi kelainan yang memungkinkan untuk dilakukan terapi dengan intervensi intra-uterin. Namun, adapula kelainan yang membutuhkan perlakuan lain.


Nurwansyah memaparkan, ada beberapa kategori diagnosa yang tentu memerlukan perlakuan yang berbeda. Jika pertumbuhan terhambat dilakukan koreksi, salah satunya dengan terapi. Untuk penyakit yang berkembang, maka perlu dilakukan percepatan kelahiran.


Bahkan ada pula yang lebih baik dilakukan aborsi karena keadaan janin tidak memungkinkan untuk hidup baik dan sehat setelah dilahirkan. "Namun keputusan ini seringkali masih menjadi dilema dan ironi," ungkap Nurwansyah.




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung