Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
"Jumlah bidan di Indonesia sekarang ini lebih dari 200 ribu orang, namun yang sudah tersertifikasi sebagai Bidan Delima hanya 11.000 orang," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IBI Dr. Emi Nurjasmi di Semarang, Selasa.
Hal tersebut diungkapkannya di sela "Peluncuran dan Workshop Program E-Learning GE Healthcare untuk Peningkatan Kualitas Bidan di Indonesia".
Program Bidan Delima dikembangkan oleh IBI untuk membina bidan praktik mandiri (BPM) agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi terstandar.
Untuk menjadi bidan delima, menurut Emi, memang harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai aspek sarana prasarana, peralatan, hingga manajemen dengan standar tertentu yang kemudian dinilai oleh tim asesor.
Dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi itu, kata dia, memang belum seluruh bidan yang ada di Indonesia tersertifikasi sebagai bidan delima, tetapi pihaknya menargetkan semakin banyak yang tersertifikasi.
"Target kami, tahun depan sudah ada setidaknya 13 ribu bidan yang tersertifikasi sebagai Bidan Delima. Bidan Delima ini merupakan program khusus sebagai standardisasi para bidan praktik mandiri (BPM)," kata Emi.
Sementara itu, General Manager (GM) Program Bidan Delima IBI Asmilia Makmur mengaku menjadi Bidan Delima memang harus memenuhi berbagai standar pelayanan kesehatan masyarakat yang sudah ditetapkan.
Ia mengungkapkan Bidan Delima akan memasang lambang delima di tempat praktiknya yang menunjukkan telah tersertifikasi sehingga masyarakat bisa akan mengetahui mana yang sudah bidan delima dan belum.
"Memang belum semua bidan terlayani dan tersertifikasi sebagai Bidan Delima, sebab harus memenuhi sejumlah persyaratan tertentu. Namun, kami berharap semakin banyak yang menjadi bidan delima," kata Asmilia.
... dulu tanpa ada bidan dan dokter pun melahirkan bisa secara normal... "Jakarta (ANTARA News) - Direktur Negara DKT Indonesia, Todd Callahan, menyebutkan, bidan di Indonesia cukup penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Hal ini karena penyebaran bidan lebih banyak dibandingkan dokter spesialis. "Dokter obstetri-genekologi di Indonesia masih sedikit dan sebarannya masih terpusat di Jakarta," kata Callahan, dalam acara Penguatan Pendidikan Kebidanan untuk peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak di Grand Sahid Jakarta, Jumat. Dia menyatakan, jasa seorang dokter spesialis juga terhitung mahal dan tidak semua warga, terutama warga menengah kebawah, mampu membayarnya. "Biaya persalinan di dokter juga cukup mahal," katanya. Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND), Yetti Irawan, menjelaskan, kekurangpercayaan masyarakat Indonesia terhadap bidan karena masih banyak anggapan bahwa proses kelahiran dapat berakhir fatal jika tidak ditangani secara baik. "Padahal proses kelahiran itu ada proses normal. Jika umur anaknya memang sudah waktunya, dia akan keluar sendiri. Jaman dulu tanpa ada bidan dan dokter pun melahirkan bisa secara normal," katanya. Dia menambahkan, melahirkan di dokter spesialis juga merupakan satu kebanggan tersendiri. "Seperti ada pretise kalau melahirkan di dokter," katanya. Oleh karena itu, lanjut Yetti, pendidikan bidan di Indonesia sekarang ini semakin baik dan berkembang sehingga bisa mengikis kekhawatiran jika melahirkan di bidan. Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com