Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Perhimpunan Jantung Amerika Serikat (AHA) mengeluarkan pernyataan ilmiah Kamis waktu sempat bahwa memiliki hewan peliharaan dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit jantung, terkait dengan tingkat kegemukan, tekanan darah dan kolesterol.
"Pemilik hewan peliharaan, khususnya pemilik anjing, sepertinya berhubungan dengan berkurangnya risiko terkena sakit jantung," kata Glenn N Levine, guru besar pada Fakultas Kedokteran Baylor College di Houston, seperti dikutip Reuters.
Setelah penelitian terhadap 5.200 orang dewasa, yang dikutip AHA, didapat kesimpulan bahwa pemilik anjing secara fisik menjadi lebih aktif dari pada mereka yang tidak memilikinya, karena harus mengajak jalan-jalan peliharaannya.
Hasil penelitian lain menunjukkan ada dampak ketenangan dari hewan, yang biasa digunakan untuk program terapi dengan bantuan hewan.
Levine menambahkan bahwa keuntungannya sangat jelas, yaitu berkurangnya faktor risiko penyakit jantung.
Tetapi penelitian itu tidak secara pasti membuktikan bahwa memiliki hewan peliharaan akan langsung mengurani risiko penyakit jantung.
"Yang kurang jelas adalah apakah dengan memelihara hewan juga dapat mengurangi risiko gangguan kardiovaskuler bagi penyakit yang belum muncul," katanya.
78,2 juta orang di AS memiliki anjing dan 86,4 juta memelihara kucing, demikian data Perhimpunan Produksi Hewan Peliharaan AS seperti ditulis Reuters.
Penelitian itu menunjukkan bahwa kesetiaan dan cinta kepada hewan-hewan itu bisa mengurangi stress, kegelisahan, depresi dan kesepian pada pemilik, serta meningkatkan kepekaan mereka terhadap kesejahteraan dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Hasil studi yang dipaparkan dalam konferensi The International Investigative Dermatology di Edinburgh, Jumat, menyebutkan bahwa sinar UV melepaskan suatu senyawa yang menurunkan tekanan darah.
Produksi senyawa penurun tekanan darah, nitrat oksida, terpisah dari produksi vitamin D dalam tubuh, yang naik setelah paparan sinar matahari.
Dalam penelitian itu, ahli dermatologi mempelajari tekanan darah 24 relawan yang diberi paparan sinar UV dan lampu pemanas.
Dalam satu sesi, para relawan diberi paparan sinar UV dan panas lampu. Di sesi lain, sinar UV diblokir sehingga hanya panas lampu yang berdampak pada kulit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah menurun secara signifikan selama satu jam setelah paparan sinar UV tapi tidak setelah relawan terkena panas dari lampu. Sementara kadar Vitamin D tidak terpengaruh dalam kedua sesi.
"Kami menduga manfaat sinar matahari bagi kesehatan jantung akan lebih besar dibandingkan dengan risiko kanker kulit," kata dosen senior dermatologi di Edinburgh University, Dr Richard Weller.
"Pekerjaan yang sudah kami lakukan menyediakan mekanisme yang mungkin bisa menjelaskan ini, dan juga menjelaskan mengapa diet suplemen vitamin D saja tidak bisa mengimbangi kekurangan sinar matahari," tambahnya.
"Kami sekarang berencana melihat risiko relatif penyakit jantung dan kanker kulit pada orang yang menerima jumlah paparan sinar matahari yang berbeda. Jika ini menegaskan bahwa sinar matahari mengurangi tingkat kematian dari semua penyebab, kita perlu mempertimbangkan lagi saran tentang paparan sinar matahari," ujar dia.
Namun para peneliti mengatakan, lebih banyak studi lanjutan masih diperlukan untuk menentukan apakah sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali rekomendasi terkait paparan sinar matahari pada kulit.
Penemuan ini yang dilakukan oleh Dr Stanley Hazen, peneliti dari CLeveland Clinic mengungkapkan bahwa karnitin, sebuah zat kimia alami yang terdapat di dalam daging merah, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Risiko ini timbul tidak secara langsung, melainkan setelah melalui proses di dalam sistem pencernaan, sepeti dikutip dari Medical Daily, Sabtu (27/4/2013).
Diungkapkan dalam New England Journal of Medicine bahwa lesitin terkandung di dalam kuning telur, daging merah, hati, kacang kedelai, gandum, kacang-kacangan, dan susu. Jika mengonsumsi makanan tersebut, maka lesitin akan dipecah oleh sistem tubuh menajdi kolin. Bakteri dalam saluran pencernaan akan mengonsumsi kolin dan mengolahnya menjadi bahan kimia yang disebut TMAO (trimethylamine N-oxide).
TMAO dikenal bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung dan pengerasan arteri, yang disebut juga arteriosklerosis. Arteriosklerosis nantinya akan mengarah pada risiko serangan jantung dan stroke.
Untuk menemukan hubungan kadar TMAO pada serangan jantung secara langsung, peneliti melibatkan 4.000 orang yang telah menjalani angiografi. Kadar TMAO diambil dan pasien dipantau selama 3 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa responden dengan kadar TMAO 2 kali lebih tinggi memiliki risiko semakin tinggi juga untuk terkena serangan jantung, stroke atau kematian dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar TMAO rendah.
Tetapi perlu diingat saat responden diberi antibiotik yang kuat, yang akan menghilangkan bakteri usus tertentu, kadar TMAO mereka tidak pernah naik. Ini sangat berpengaruh terhadap bakteri yang memproduksi TMAO. Dengan hasil ini nantinya peneliti akan mempelajari spesies bakteri tertentu atau strain yang menyebabkan peningkatan produksi TMAO dan mencari vaksinnya.
Konsultasi Dokter Gigi (drg)
Konsultasi Spesialis Anak (SpA)
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jl. Diponegoro 71 Jakarta Pusat, DKI Jakarta Telp: +6621-3914125
(ANTARA/R. Rekotomo) Medan (ANTARA News) - Penyakit jantung koroner yang dikenal sebagai pembunuh nomor satu di dunia, dewasa ini tidak hanya diderita oleh lanjut usia, namun juga usia muda. "Penyakit yang digolongkan ke dalam penyakit tidak menular itu sudah mulai menyerang kalangan berusia muda. Bahkan jumlahnya pun semakin hari kian mengalami peningkatan yang cukup signifikan," kata dokter spesialis jantung Amran Lubis di Medan, Minggu.
Direktur Rumah sakit Umum Daerah dr Pirngadi Medan ini mengatakan kasus penyakit jantung saat ini terus meningkat dan justru sekarang yang diserang kalangan usia muda berumur 30-an.
"Sementara kalau dulu dalam literatur kedokteran, biasanya risiko jantung menyerang usia 40 tahun untuk laki laki, sedang perempuan di atas 55 tahun," katanya.
Ia mengatakan penyebab usia muda terserang penyakit jantung ini di antaranya karena pola hidup, stres tinggi, lingkungan tidak sehat, dan pola makan yang salah karena seringnya mengonsumsi makanan siap saji.
"Kalau dibandingkan tahun 2012, jumlah penderita penyakit jantung saat ini meningkat sekitar 20 sampai 30 persen," katanya.
Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatera Utara Sukarni mengatakan, penyakit jantung merupakan salah satu dari penyakit degeneratif atau termasuk golongan penyakit tidak menular.
Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya, kata dia, selain melakukan sosialisasi dan penyuluhan, juga pengukuran tensi darah.
"Salah satu judul dari peringatan hari kesehatan se-dunia tanggal 7 April, yaitu mengukur tensi darah yang dilaksanakan selama seminggu. Karena komplikasi dari tekanan darah bisa ke mata dan ke jantung, dan tekanan darah itu tidak ada gejalanya," katanya.
Kompas.com - Jika ingin terhindar dari penyakit jantung dan stroke, para ahli menyarankan untuk menghindari konsumsi daging merah. Tetapi baru terungkap bagaimana mekanisme daging merah merusak kesehatan.
Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa senyawa karnitin di daging merah akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Penghancuran senyawa ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selama ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa makan daging merah secara rutin dapat merusak kesehatan jantung karena tingginya kandungan lemak jenuh. Bahaya dari lemak jenuh dan daging yang diproses sudah lama diketahui memiliki dampak buruk, namun bukan itu saja yang menyebabkan daging merah berbahay.
"Kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah bukan bahaya satu-satunya, masih ada hal lain yang berkontribusi untuk meningkatkan risiko kardiovaskular," ujar ketua studi dr. Stanley Hazen, dari Claveland Clinic.
Percobaan yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri pada sistem pencernaan dapat memecah karnitin. Karnitin dipecah menjadi gas dikonversi di hati menjadi senyawa kimia yang disebut TMAO. Dalam studi ini, TMAO dikaitkan kuat dengan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga dapat memicu penyakit jantung dan kematian.
Hazen mengatakan TMAO seringkali tidak dihiraukan karena mungkin merupakan produk sisa dari metabolisme. "Namun secara signifikan dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol dan akumulasinya," ujarnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengurangi frekuensi makan daging merah sangat dianjurkan. Selain itu studi ini juga menekankan penggunaan yogurt berprobiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.
"Mengurangi jumlah bakteri yang memecah karnitin secara teori dapat pula mengurangi bahaya dari daging merah," tutur Hazen.
Orang yang tidak makan daging merah atau vegetarian memiliki jumlah bakteri pemecah karnitin yang lebih sedikit daripada pemakan daging.
Kendati daging merah merupakan sumber protein dan beberapa zat gizi yang baik, namun sebaiknya tidak dimakan terlalu berlebihan. Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per harinya.
"Batuk merupakan cara awal agar irama jantung tidak berhenti. Biasanya bagi penderita yang terkena serangan jantung mendadak, iramanya lambat, dengan batuk, irama jantung normal kembali," kata pakar penyakit jantung dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Iwan Dakota SpJP.
Iwan mengemukakan hal itu saat konferensi pers terkait teknologi penanganan penyakit jantung arteri koroner di Jakarta, Kamis.
Iwan mengatakan dengan irama denyut jantung yang stabil, maka aktivitas pembuluh darah akan normal kembali.
"Jadi si penderita disuruh batuk terlebih dahulu, karena dengan begitu jantung akan terangsang," katanya.
Namun, menurut dia, batuk bukan satu-satunya cara awal untuk menangani serangan jantung mendadak.
"Sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut dan menghindari sudden death (kematian mendadak)," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Rumah sakit Jantung Harapan Kita dr Hananto Andriantoro SpJP(K) menjelaskan terdapat dua penyebab kematian mendadak karena serangan jantung, yakni tertutupnya pembuluh darah oleh plak dan gumpalan darah pada ujung dan pangkal arteri.
"Jika penyumbatan tersebut terdapat pada ujung pembuluh, penderita masih bisa terselamatkan, namun jika hal sama terjadi pada pangkal arteri, kecil kemungkinan untuk bisa selamat," katanya.
Hartono menjelaskan plak tersebut terdiri dari akumulasi lemak, kolesterol, kalsium dan endapan lain pada dinding bagian dalam arteri.
"Jadi plak tersebut awalnya menempel di dinding arteri dan lama-kelamaan menutupi pembuluh sehingga semakin sempit dan celah sempit tersebut tertutup gumpalan darah dan oksigen tidak bisa masuk, maka kematian mendadak tersebut terjadi," jelasnya.
Dia menambahkan proses plak menutupi dinding tersebut tergantung pada kadar kolesterol jahat (LDL) yang dimiliki penderita.
Dia menyebutkan, pada kondisi normal, kadar LDL berada di kisaran 130 mg/dL, namun jika sesorang yang memiliki berat badan lebih atau menderita obesitas, kadar LDL harus di bawah 100 mg/dL.
Jarang sekali wanita yang terkena kematian mendadak di kisaran umur 40 tahun"
Jakarta (ANTARA News) - Kaum wanita lebih kebal dari serangan penyakit jantung arteri koroner dibanding laki-laki karena memiliki hormon estrogen,
"Hormon estrogen tersebut justru melindungi dinding pembuluh darah sehingga lemak yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah tidak mudah melekat," kata Direktur Utama Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dr Hananto Andriantoro.
Hananto pada konferensi pers terkait teknologi penanganan penyakit jantung arteri koroner di Jakarta, Kamis, mengatakan, menyebutkan laki-laki lebih rentan terkena kematian mendadak atau "sudden death" karena jantung arteri koroner dibanding wanita.
"Jarang sekali wanita yang terkena kematian mendadak di kisaran umur 40 tahun bahkan hampir tidak pernah ditemukan," katanya.
Dia menjelaskan wanita yang terkena serangan jantung arteri koroner sebagian besar di atas 10 tahun setelah masa menopause.
"Jadi, kalau wanita tidak diangkat rahimnya, kemudian hormonnya normal, haidnya lancar setiap bulan dan tidak ada keluhan, hampir dipastikan tidak akan terkena jantung koroner pada saat muda," katanya.
Dia juga menjelaskan wanita dengan siklus haid tidak beraturan dan tidak lancar, bisa disebabkan kekurangan hormon estrogen.
Hananto menyebutkan wanita biasanya terkena serangan jantung pada usia sekitar 60 tahun.
Dia menjelaskan biasanya di sekitar umur 60 tahun, wanita mulai merasakan pusing karena tekanan darah naik, kesemutan di tangan dan mulai ada gangguan di pembuluh darah kecil.
"Namun, jika tekanan darahnya dikontrol dan tidak mengidap kanker, Insya Allah bisa sampai 80 tahun terbebas dari serangan jantung arteri koroner," katanya.
Jantung arteri koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah oleh akumulasi plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium dan endapan lain pada dinding bagian dalam arteri.
Penyakit tersebut dapat ditandai dengan gejala rasa sakit dan berat di tengah dada (angina), napas pendek, rasa sakit pada rahang atau lengan, mulas, mual, muntah dan berkeringat.
Para peneliti menganalisa data dari tujuh publikasi yang menyimpulkan bahwa mengunsumsi minuman berenergi dapat berakibat pada kesehatan jantung.
Pada bagian pertama analisa, seperti dikutip kantor berita Xinhua, para peneliti mempelajari jarak QT pada 93 orang yang baru mengonsumsi satu hingga tiga kaleng minuman berenergi. Mereka menemukan bahwa interval QT mereka adalah 10 milidetik lebih lama ketimbang mereka yang tidak minum.
Jarak QT adalah bagian yang menggambarkan irama detak jantung pada alat elektrokardiogram, yang apabila lebih panjang bisa menyebabkan detak yang tidak beraturan dan atau menimbulkan kematian mendadak akibat gagal jantung.
Dokter biasanya mengkhawatirkan pasien yang mengalami tambahan 30 milidetik dalam interval QT dari angka dasar, kata Sachin Shah, kepala peneliti dari universitas Pacific di California.
Peneliti juga mendapati bahwa tekanan darah sistolik, angka tertinggi pada tekanan darah, naik rata-rata 3,5 titik pada 132 responden yang diperiksa.
"Kaitan antara minuman berenergi dengan peningkatan tekanan darah sistolik cukup meyakinkan dan ini mengkhawatirkan, lebih banyak penelitian diperlukan untuk menguji dampak pada detak jantung," Shah menuturkan.
Pasien dengan tekanan darah tinggi dan sindroma QT lama, harus berhati-hati untuk memutuskan mengonsumsi minuman berenergi.
(M007)
Serangan stroke diawali dengan gejala-gejala yang meliputi sesak dada ringan atau nyeri, sakit kepala, pusing atau sejenisnya dan pingsan. Bahkan kesulitan bernafas, terutama saat berolahraga, katanya dalam keterangannya diterima Antara Riau, Selasa.
Seperti disampaikan Yusnan, Pimpinan kantor MMC cabang Pekanbaru, MMC Melaka juga memiliki tujuh spesialis pusat perawatan jantung MMC Melaka Malaysia, diantaranya Dr. Lim Boon Aik, Dr. Siaw Fook Soon, dan Dr. Tee Heng Giap. Disamping itu spesialis bedah jantung dewasa dan anak-anak, yakni Dr. Lee Yew Ming dan Dr. Hew Chee Chin.
Ia mengatakan, kasus irama jantung yang bermasalah dikenal dengan istilah "A-fib", sinyal listrik yang mengendalikan denyut jantung menjadi abnormal.
Sinyal listrik yang tidak teratur dan cepat, katanya, akan membawa akibat pada jantung berdenyut dengan tidak teratur dan biasanya dengan sangat cepat.
"Dalam kondisi `A-fib` sinyal-sinyal listrik yang begitu cepat sehingga bagian teratas dua bilik jantung berhenti memompa secara efektif sehingga menyebabkan darah yang harus keluar dari ruangan itu terhenti," katanya.
Para darah yang tertinggal di bilik jantung, katanya lagi, kemudian akan berkumpul dan menggenang seperti kolam, di mana akan mulai membentuk gumpalan.
Gumpalan-gumpalan kemudian akan berjalan ke otak melalui pembuluh darah, sehingga pada kemudian dapat menyebabkan stroke.
Namun demikian, banyak pasien dari `A-fib` tidak mempunyai gejala dan tidak waspada pada ritme denyut jantung yang tidak teratur, bagaimanapun ketika gejala memang terjadi `A-fib` biasanya disertai dengan gejala yang berhubungan dengan denyut jantung yang cepat seperti berdegub kencang, denyutan-nya seperti melompat lompat, kadar denyut yang tidak bersinkronasasi, katanya.
Untuk mengambil tindakan pencegahan dengan segera, kontrol tekanan darah dengan memberlakukan pola diet makanan sehat, batas mengkonsumsi alkohol 1--2 kali minum perhari, mengurangi kafein, mendapatkan pengobatan pada masalah kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
Disamping itu, menghindari merokok untuk mencegah penyakit paru-paru.
Jika anda mengalami gejala-gejala seperti di atas atau anda menduga bahwa anda mungkin memiliki `A-fib` anda disarankan untuk mengambil tes yang disebut `ECG` atau dikenal sebagai `Elektrokardiogram` untuk konfirmasi diagnosis.
(F011/Z003)
Setiap terapi radiasi yang diberikan memberikan paparan radiasi terhadap jantung, dan berisiko memicu penyakit jantung dengan tingkat kemungkinan rata-rata 7,4 persen.
Hal tersebut dipaparkan oleh pihak Clinical Trial Service Unit in Oxford, Sarah Darby, sebagaimana dilaporkan Medical Daily.
Perempuan yang sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung, lebih rentan terhadap paparan radiasi sehingga berisiko terhadap penyakit jantung koroner di kemudian hari, kata dokter.
Namun, radiasi memberikan nilai kesembuhan yang besar bagi pasien kanker payudara.
"Dokter harus mempertimbangkan faktor risiko penyakit jantung serta pengendalian tumor ketika membuat keputusan tentang penggunaan radioterapi untuk kanker payudara," ujar Darby dan rekan dikutip dari New England Journal of Medicine.
Para ilmuwan mengatakan dokter harus mengambil langkah-langkah ekstra untuk melindungi perempuan dari risiko jantung, memperhatikan faktor hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Setelah terapi radiasi untuk pasien kanker payudara, dokter harus memperhatikan kesehatan jantung perempuan, kata Dr Jean-Bernard Durand dari MD Anderson Cancer Center di Houston.
"Perhatikan angka kolesterol mereka, perhatikan para penyandang diabetes, atur tekanan darah mereka, karena semua hal itu dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular," katanya sebagaimana dikutip dari MedPage Daily.