Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label derita. Show all posts
Showing posts with label derita. Show all posts

Friday, April 26, 2013

656 orang di Depok derita tuberkulosis

Senior Vice President Bank Mandiri Setyowati (kanan), Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Ratih Siswono Yudohusodo (dua kanan) berbincang dengan dokter yang tengah memeriksa pasien penderita TBC di Klinik TBC milik PPTI di Tanah Tinggi, Jakarta, Kamis (22/12/12). (FOTO ANTARA/HO)

Depok (ANTARA News) - Sebuah organisasi pemberantasan tuberkulosis, PPTI, menyatakan jumlah penderita tuberkulosis (TB) di Kota Depok, Jawa Barat, mencapai 656 orang.

Dari 1.980 orang yang diduga menderita TB di Kota Depok, 656 orang di antaranya dinyatakan positif setelah diperiksa, kata Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Depok dr Anna Rozaliyani ketika mengunjungi Rumah Penanggulangan TB Kampung Rawa bersama Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Cipayung Kota Depok, Selasa.

Ia mengatakan peran aktif dan kerja keras dari semua pihak dapat membantu untuk menjalankan program-program melawan penyakit yang menyerang paru-paru ini.

Untuk itu ia mengajak semua elemen, baik Pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama mulai aktif menggerakkan program-program kerja PPTI menanggulangi penyakit flek paru-paru tersebut.

"PPTI adalah mitra Pemerintah sebagai penyedia pelayanan pemberantasan TB," jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pihaknya berusaha menekan jumlah penderita TB di Kota Depok dengan mengajak masyarakat melakukan pola hidup bersih dan melakukan pengobatan ketika menderita penyakit tersebut.

"Kami memberikan layanan pengobatan gratis kepada warga yang menderita TB," katanya.

Mantan presiden Partai Keadilan tersebut mengatakan pihaknya juga melakukan mobilisasi tiga hal yang utama yaitu menyediakan tenaga medis, pengobatan di puskesmas dan juga menyiapkan penyuluh dan pendamping untuk menjelaskan penyakit TB tersebut.

Menurut dia Indonesia merupakan negara terbesar keempat dunia terbanyak penderita TB setelah India, China, dan Afrika Selatan. untuk itu, kata dia, perlu melakukan penanganan penanggulangan penyakit TB secara serius.

Penyakit TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosa. Bakteri ini menyerang siapa saja pria maupun wanita tanpa memandang usia. Dan biasanya penyakit TBC sering menyerang pada usia rata-rata 15-35 tahun, boleh dibilang usia masih produktif.

Salah seorang penderita TB yang sudah sembuh Mardiah (40) warga RT 2/5 Cipayung mengatakan dirinya sembuh setelah menjalani pengobatan di Rumah Penanggulangan TB Kampung Rawa selama enam bulan.

"Tadinya saya sering batuk tak sembuh-sembuh setelah berobat di sini akhirnya saya sembuh," ujarnya.

Ali Mursalih, salah seorang pencetus berdirinya Rumah Penanggulangan TB Kampung Rawa yang terletak di lingkungan rumah penyair (Almarhum) WS Rendra ini, mengatakan berdirinya rumah tersebut karena banyaknya warga sekitar yang menderita batuk darah.

WS Rendra bersama dokter ahli paru dari Solo meneliti penyakit tersebut dan ternyata warga menderita penyakit TB. "Tadinya warga mengira penyakit yang disebabkan santet namun ternyata tidak," jelasnya.

Saat ini, kata dia, Rumah Penanggulangan TB Kampung Rawa ini setiap hari dikunjungi oleh sekitar 20 orang yang datang bukan saja dari Depok tetapi juga dari Bogor, Tangerang, Sukabumi dan juga Bekasi.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

Wednesday, April 17, 2013

Satu dari tiga orang Indonesia derita hipertensi

Jakarta (ANTARA News) - Satu dari tiga orang Indonesia mengalami hipertensi, tapi mayoritas (76,1%) di antaranya tidak menyadarinya sehingga mereka tidak berusaha mendapatkan pengobatan, demikian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007.

"Saat ini, tes (hipertensi) sudah bisa dilakukan di mana saja, termasuk di Puskesmas atau klinik.Fasilitas sudah tersedia di mana-mana. Yang diperlukan hanya kesadaran kita semua agar masyarakat menjadikan pemeriksaan hipertensi ini menjadi pemeriksaan rutin," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.

Dalam temu media memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2013 di Kementerian Kesehatan di Jakarta Kamis, ia mengatakan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 mencatat hingga satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi dan dua pertiga di antaranya di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang.

Prevalensi hipertensi yang semakin meningkat dinilai merupakan masalah yang mencemaskan sehingga peringatan Hari Kesehatan Dunia 2013 pun mengambil tema "Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah" yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan hipertensi.

Statistik Kesehatan Dunia tahun 2012 WHO melaporkan bahwa hipertensi adalah suatu kondisi berisiko tinggi yang menyebabkan sekitar 51 persen dari kematian akibat stroke dan 45 persen dari penyakit jantung koroner.

Selain itu, Tjandra menyebut hipertensi saat ini telah bergeser secara umum ke usia lebih muda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Banyak orang tidak memahami bahaya hipertensi yang seringkali tidak bergejala sehingga dikenal juga sebagai "the silent killer" padahal sebenarnya hipertensi dapat dicegah dan diobati.

Untuk melakukan pencegahan, Tjandra mengatakan masyarakat dalam menerapkan perilaku CERDIK atau Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.

WHO Representative to Indonesia Khanchit Limpakarnjanarat menyebutkan empat faktor reiiko utama untuk hipertensi itu adalah kebiasaan makan yang tidak seimbang, merokok, alkohol serta kurang aktivitas fisik dan stres.

"Faktor resiko ini sama untuk setiap individu, tapi jika membandingkan pola perilaku yang kurang baik antara kota dan desa, memang lebih banyak ditemukan di kota," ujar Khancit.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung