Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Menyajikan informasi akurat dan terkini penyedia alat kesehatan di Bandung Jawa Barat
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Jakarta (ANTARA News) - Diabetes pun dapat menyerang perempuan hamil yang sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes. Penyakit itu disebut sebagai diabetes gestasional, yaitu jenis diabetes yang hanya terjadi selama kehamilan.
Menurut dr Dyah Purnamasari SpPD, diabetes gestasional tidak memiliki gejala khas. Sehingga, para ibu hamil disarankan selalu memeriksakan kandungannya dengan cara screening sejak awal kehamilan.
"Semua ibu hamil harus screening, kalau hasilnya negatif, screening lagi saat trimester ketiga," kata dia di Jakarta, Senin.
Purnamasari mengemukakan, risiko gangguan metabolisme gula semakin besar seiring dengan usia kehamilan. Oleh karena itu, meskipun terbukti tidak menderita diabetes gestasional, screening perlu diulang pada kehamilan trimester tiga.
Dia menjelaskan, penderita diabetes gestasional tidak perlu cemas karena dapat diatasi dengan mengatur pola makan.
Menurut penelitian kebidanan RSCM, 100 persen diabetes yang terjadi murni karena kehamilan dapat dikendalikan dengan mengatur pola makan. "Yang tadinya suka cokelat dan softdrink, hanya mengurangi itu saja gulanya langsung turun. Tidak usah khawatir, gestasional tidak akan menyebabkan gangguan jangka panjang karena hanya terjadi jangka pendek," jelasnya.
Bila diet tidak ampuh, maka langkah selanjutnya adalah suntik insulin yang akan dihentikan setelah melahirkan. Namun, dia memperingatkan agar penderita diabetes gestasional yang mengambil langkah suntik insulin untuk waspada.
"Kalau ada gestasional yang sulit dikendalikan dengan diet dan perlu insulin dosisnya tinggi, jangan-jangan sebelum hamil sudah ada (diabetes), nggak murni karena kehamilan," lanjutnya.
Bila ibu hamil tidak dapat mengendalikan diabetes, bayi dapat lahir dengan berat badan berlebihan (giant baby).
"Bayi yang memiliki risiko tinggi terkena alergi sudah harus mendapat tindakan pencegahan sejak dini atau terlambat," kata Ulrich pada jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Alergi yang dipengaruhi riwayat keluarga dapat mempengaruhi anak hingga 15 persen, sementara bila salah satu orangtua memiliki alergi, maka 40 hingga 60 persen anak yang lahir akan ikut terkena alergi.
Namun bila kedua orangtuanya memiliki alergi, maka anak berisiko terkena alergi hingga 80 persen, jelas Ulrich.
Ulrich menekankan deteksi dini sangat penting untuk mencegah alergi pada anak. "Sejak hamil, ibu yang memiliki riwayat alergi sebaiknya menghindari asap rokok. Ini merupakan pencegahan primer yang harus dilakukan," kata Ulrich.
Asap rokok disebutnya bakal mengganggu pertumbuhan paru pada janin karena memiliki zat kimia beracun yang merusak barrier di plasenta bayi sehingga menimbulkan risiko alergi dalam bentuk asma, baik pada kulit maupun sistem pernapasan anak.
"Zat-zat dalam rokok merangsang sitokin-sitokin dalam tubuh yang terkait dengan sensitivitas alergi terutama asma," kata pakar kesehatan dari Divisi Alergi-Imunologi Anak FKUI - RSCM Zakiudin Munasir.
Lebih dari itu, ibu wajib memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pada bayinya demi mencegah terjadinya alergi, karena ASI mengandung protein yang tidak akan ditolak oleh tubuh bayi.