Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami di 081321161101 untuk informasi lanjut. email: alkesritel@yahoo.com. website: supplyalkes.blogspot.com.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Friday, May 17, 2013

Minim fasilitas, wanita karir pompa ASI di toilet

Jakarta (ANTARA News) - Satu dari dua pekerja perempuan sektor formal memompa ASI di toilet atau kamar mandi kantor, kata Dr Ray Basrowi MKK dari Program Studi Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hasil tersebut dipaparkannya pada presentasi hasil penelitian Pemberian ASI Eksklusif Pada Perempuan Pekerja Sektor Formal di Jakarta, Selasa.

Ray mengemukakan, 50 persen pekerja perempuan memompa ASI di toilet karena fasilitas ruang menyusui atau laktasi di kantor kurang memadai. Hasil itu diambil dari penelitian yang melibatkan 192 pekerja perempuan di dua pabrik dan empat kantor di Jakarta (termasuk institusi pemerintah dan BUMN).

Responden adalah semua pekerja perempuan di pabrik dan kantor yang memiliki anak usia 6 bulan hingga dua tahun.

"Studi ini menggunakan sistem recall, dengan kuesioner dan wawancara," kata Ray menjelaskan mengapa responden yang diambil bukan ibu bekerja yang sedang memiliki bayi usia 0-6 bulan.

Melalui penelitian ini ditemukan bahwa 75% instansi pemerintah yang menjadi lokasi penelitian tidak menyediakan fasilitas ruang laktasi dan program pembinaan laktasi yang memadai.

Padahal, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012 tentang ASI Eksklusif. Ray mengatakan, implementasi dari PP ASI tentang penyediaan ruang laktasi di tempat kerja memang belum sepenuhnya dilaksanakan.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar tiap manajemen kantor memiliki komitmen untuk memberi fasilitas ruang laktasi yang layak bagi karyawan yang memiliki bayi usia hingga 6 bulan agar hak ASI eksklusif untuk anak tetap terpenuhi.

"Toilet bukan tempat makan orang dewasa, juga bukan tempat memerah makanan untuk bayi," imbuh Ray.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

Tuesday, April 30, 2013

Pertumbuhan jumlah wanita perokok memprihatinkan

 Ilustrasi. (FOTO.ANTARA News/ ferly)


WITT melakukan kampanye hidup tanpa tembakau, tidak hanya kepada para wanita, tetapi juga pria perokok untuk sadar terhadap dampak kebiasaannya itu,"
Bandung (ANTARA News) - Komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jawa Barat menyatakan prihatin dengan pertumbuhan jumlah wanita perokok di Indonesia yang relatif cukup tinggi. 

"Jumlah perokok terus mengalami peningkatan, tidak hanya pria tetapi juga dari kalangan wanita dan remaja putri. Jumlahnya cukup memprihatinkan," kata Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jabar Laila Agung Sutrisno di sela peringatan Hari Kartini yang digelar di kawasan Bandung utara, Kamis.


WITT merupakan salah satu organisasi sosial yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama terhadap dampak kebiasaan merokok dan tembakau.


Menurut Laila, selain berbahaya untuk kesehatan diri perokok, juga membahayakan dan mengganggu kesehatan perokok pasif, juga terhadap ibu hamil yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan bayi yang di kandungnya.


"WITT melakukan kampanye hidup tanpa tembakau, tidak hanya kepada para wanita, tetapi juga pria perokok untuk sadar terhadap dampak kebiasaannya itu," kata Laila.


Untuk mengoptimalkan kampanye tanpa tembakau, WITT Jabar membentuk duta remaja antirokok dengan melibatkan para remaja dan pelajar.


Menurut Laila, ada sekitar 15 orang remaja yang dilantik menjadi duta remaja antirokok. "Kita berharap agar mereka bisa menyosialiasikan tentang kesehatan dan bahaya merokok," kata wanita yang juga istri Ketua Kadin Jabar H. Agung Suryamal Sutrisno itu.


Sementara itu, suasana Hari Kartini yang digelar oleh Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jabar itu relatif cukup unik karena tidak semata-mata membahas tentang emansipasi dan kegiatan yang biasa digelar, tetapi diisi dengan program membangun kesadaran, khususnya kaum wanita untuk menghindari kebiasaan merokok.


Kegiatan yang didukung oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (Bank BJB) tersebut berlangsung dalam nuansa lain dari biasanya karena bahaya merokok menjadi tema peringatan komunitas itu. (S033/D007)




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Wednesday, April 17, 2013

Wanita ternyata lebih "kebal" serangan jantung koroner

 Jarang sekali wanita yang terkena kematian mendadak di kisaran umur 40 tahun"


Jakarta (ANTARA News) - Kaum wanita lebih kebal dari serangan penyakit jantung arteri koroner dibanding laki-laki karena memiliki hormon estrogen,


"Hormon estrogen tersebut justru melindungi dinding pembuluh darah sehingga lemak yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah tidak mudah melekat," kata Direktur Utama Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dr Hananto Andriantoro.


Hananto pada konferensi pers terkait teknologi penanganan penyakit jantung arteri koroner di Jakarta, Kamis, mengatakan, menyebutkan laki-laki lebih rentan terkena kematian mendadak atau "sudden death" karena jantung arteri koroner dibanding wanita.


"Jarang sekali wanita yang terkena kematian mendadak di kisaran umur 40 tahun bahkan hampir tidak pernah ditemukan," katanya.


Dia menjelaskan wanita yang terkena serangan jantung arteri koroner sebagian besar di atas 10 tahun setelah masa menopause.


"Jadi, kalau wanita tidak diangkat rahimnya, kemudian hormonnya normal, haidnya lancar setiap bulan dan tidak ada keluhan, hampir dipastikan tidak akan terkena jantung koroner pada saat muda," katanya.


Dia juga menjelaskan wanita dengan siklus haid tidak beraturan dan tidak lancar, bisa disebabkan kekurangan hormon estrogen.


Hananto menyebutkan wanita biasanya terkena serangan jantung pada usia sekitar 60 tahun.


Dia menjelaskan biasanya di sekitar umur 60 tahun, wanita mulai merasakan pusing karena tekanan darah naik, kesemutan di tangan dan mulai ada gangguan di pembuluh darah kecil.


"Namun, jika tekanan darahnya dikontrol dan tidak mengidap kanker, Insya Allah bisa sampai 80 tahun terbebas dari serangan jantung arteri koroner," katanya.


Jantung arteri koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah oleh akumulasi plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium dan endapan lain pada dinding bagian dalam arteri.


Penyakit tersebut dapat ditandai dengan gejala rasa sakit dan berat di tengah dada (angina), napas pendek, rasa sakit pada rahang atau lengan, mulas, mual, muntah dan berkeringat.




Sumber Antara




Alat Laboratorium Bandung

Monday, April 15, 2013

Kaum wanita agar waspadai keputihan

... apakah itu muncul akibat bakteri atau jamur... "
Medan (ANTARA News) - Bagi kaum hawa, diminta tetap berhati-hati dengan keputihan yang dialami dan jangan pernah menganggap hal itu sepele, sebab hal ini dapat menimbulkan penyakit tumor di organ genitalia.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Iwan Rangkuti, di Medan Selasa, mengatakan, setiap wanita agar menjaga kebersihan daerah kewanitaannya. Bagi semua kaum perempuan, disarankan agar cepat memeriksakan diri ke dokter, jika terjadi keputihan yang luar biasa.

"Keputihan juga bisa dilihat dari warnanya, untuk menandakan apakah itu bahaya atau tidak. Ada cairan keputihan itu berwarna putih, kuning, abu-abu dan berbentuk busa, ada yang mengental dan bertepung. Harus bisa dibedakan apakah itu muncul akibat bakteri atau jamur," katanya.

Menurut dia, keputihan bisa sebagai salah satu faktor penyebab tumor di organ genitalia. Selain itu, akibat berbahayanya, keputihan juga bisa menghalangi sperma masuk dan menyebabkan wanita tak subur, alias mandul.

Karena itulah, bagi kaum perempuan, jangan pernah lalai dalam menjaga dan merawat alat kelaminnya yang nantinya akan bisa berdampak buruk. "Tripomoniasis, dalam bahasa kedokterannya, penyakit yang disebabkan karena keputihan itu," katanya.

"Cegah sedini mungkin penyakit tumor dan kanker yang disebabkan dari keputihan, apalagi kemandulan, ini akan membuat bumerang dalam pernikahan nantinya," katanya. Dia member tips untuk mencegah keputihan itu. Di antaranya, "Gantilah pakaian dalam sesering mungkin, agar tidak terjadi kelembapan yang akan memancing datangnya bakteri dan jamur, dan akhirnya menjadi keputihan yang bisa berdampak buruk bagi wanita," katanya. (*)


Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

Wednesday, April 10, 2013

40 persen wanita subur Indonesia alami anemia

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 40 persen wanita subur di Indonesia mengalami anemia, karena kekurangan zat besi, yang merupakan mikroelemen yang essensial bagi tubuh terutama untuk pembentukan hemoglobin.

Divisi Hematologi-Onkologi Medik FKUI/RSCM dan Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PB Papdi), Dr Nadia Ayu Mulansari kepada pers di Jakarta, Rabu, mengatakan, anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal.

Jika kadar hemoglobin darah berkurang, maka kadar oksigen dalam darahpun akan berkurang. Hal ini disebabkan oksigen kehilangan kendaraan untuk beredar ke seluruh tubuh, katanya.

Dalam jangka panjang, menurut Nadia, anemia dapat merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu kerja organ vital dan memicu berbagai penyakit berbahaya.

Misalnya anemia menyebabkan jantung meningkatkan kinerjanya untuk meningkatkan jumlah darah yang beredar.

Jika terjadi dalam waktu lama jantung akanb mengalami perubahan bentuk berupa otot jantung yang dapat memicu terjadinya gagal jantung, jelasnya.

Ia menambahkan, gejala anemia adalah kulit dan mata yang pucat, rambut rontok, mulut dan kerongkongan kering, tubuh olemah, mudah sakit, napas pendek, jantung berdebar dan sulit konsentrasi.

Gejala anemia baru dirasakan pada stadium lanjut, meski kekurangan zat besi sudah terjadi sejak stadium wal, ujarnya.

Nadia mengatakan, anemia dapat terjadi pada siapa saja dan segala usia. Tiga dan empat orang di dunia mengalami kekurangan zat besi.

53 persen pada anak usia sekolah, 51 persen pada wanita hamil, dan 48 persen anak-anak dibawah usia dua tahun, serta 35 persen pada anak usia pra sekolah. Di Indonesia 40 persen pada anak usia subur mengalami anemia, katanya.

Meski demikian, lanjut Nadia, perempuan cenderung lebih berisiko terkena anemia ketika sedang hamil, menyusui, haid maupun melakukan diet makanan yang mengadung zat besi. Anemia juga bisa menjadi indikasi awal kanker, ujarnya.

Untuk mencegah besarnya risiko tersebut lanjut Nadia, maka para penderita lebih banyak mengkonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari hewani, maupun nabati. Sumber hewani, ikan hati, daging, unggas, sedangkan nabati sayuran hijau, ujar.

Sementara itu, Head of Marketing Divisi Consumer Health PT Merk Tbk, Feni Herawati mengatakan, mengkonsumsi Sangobion merupakan salah satu supplemen untuk mencegah dan mengatasi anemia.

Karena Sangobion memiliki formula khusus pembentuk sel darah merah yaitu zat besi mineral dan asam folat, katanya.

Selain itu, lanjut dia, perlu dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam tubuh secara teratur, bagi yang berisiko anemia dapat dilakukan setahun sekali sebagai pemeriksaan awal.

Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, Nils Moen mengatakan, Merck senantiasa berkomitmen memberikan edukasi pada masyarakat mengenai isu kesehatan dan termasuk diantaranya adalah anemia.

Anemia menjadi fokus karena mengacu pada data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menyampaikan pencegahan paling mudah melalui edukasi. Edukasi yang baik mengenai anemia dapat meningkatkan produktivitas nasional sampai 20 persen, ujarnya.



Sumber Antara



Alat Laboratorium Bandung

Saturday, April 6, 2013

Ini Bedanya Pria dan Wanita dalam Menanggapi Penyakit Tertentu

Jakarta, Seorang wanita mungkin memerlukan pengobatan yang berbeda dengan pria untuk penyakit tertentu, begitu juga sebaliknya. Sebuah studi menemukan bahwa ada pria dan wanita memiliki perbedaan dalam menanggapi penyakit tertentu.

Studi tersebut dilakukan oleh ilmuwan di Padua Hospital peneliti University yang menyatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian yang berfokus pada gender dalam mencegah dan mengobati penyakit. Selama beberapa dekade pria telah menjadi target utama penelitian yang berkaitan dengan penyakit kronis.


Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (CCLM), peneliti menunjukkan penelitian medis selama 40 tahun terakhir yang telah difokuskan terutama pada pria. Kemudian peneliti menargetkan 5 hal bagaimana pria dan wanita memiliki perbedaan dalam menanggapi penyakit.


Berikut perbedaan antara pria dan wanita dalam menanggapi penyakit tertentu, seperti dilansir Emaxhealth, Selasa (26/3/2013) antara lain:


1. Penyakit jantung
Penyakit jantung umumnya dianggap lebih banyak menyerang pria dibanding wanita. Akan tetapi, peneliti menyatakan bahwa wanita memiliki gejala penyakit jantung yang berbeda dan gejala tersebut sering gagal dideteksi dengan tes yang sama pada pria.


Serangan jantung pada pria dapat ditandai dengan nyeri dada yang khas menjalar ke lengan kiri, sedangkan pada wanita dapat ditandai dengan mual dan nyeri perut bagian bawah. Karena gejala yang tidak spesifik ini, wanita tidak dapat menerima prosedur EKG, laboratorium atau tes diagnostik lain.


2. Kanker usus besar
Risiko kanker usus besar pada wanita lebih besar dibandingkan dengan pria. Namun kanker usus besar adalah jenis kanker kedua yang paling umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, tumor kanker usus muncul di lokasi yang berbeda dibanding pria dan respon wanita terhadap kemoterapi juga berbeda.


3. Penyakit hati
Penyakit hati, seperti primary biliary cirrhosis dan hepatitis C pada pria berbeda dengan wanita karena disebabkan oleh perbedaan kadar hormon dan gen diantara keduanya. Para peneliti menyatakan bahwa wanita lebih sering didiagnosis dengan sirosis bilier dibandingkan pria.


4. Osteoporosis
Pria bisa mendapatkan osteoporosis, seperti wanita, tetapi risikonya tidak sama besar dengan wanita. Pria juga berisiko tinggi terhadap patah tulang ketika dirinya kehilangan massa tulang, yang biasanya hal ini hanya dikaitkan dengan wanita setelah menopause.


Meski osteoporosis lebih banyak didiagnosis pada wanita, tetapi data menunjukkan bahwa pria memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi terhadap patah tulang di usia tua.


5. Respon terhadap obat
Pria dan wanita tidak merespons obat dengan cara yang sama. Aspirin dan obat farmakologis lainnya memiliki efek samping yang berbeda terhadap jenis kelamin, status hormonal, tipe tubuh dan metabolisme.




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, March 26, 2013

Selama 15 Tahun Wanita Ini Seperti Hamil Tua karena Penyakit Misterius

Jakarta, Perut Joanne Turton membesar seperti perempuan yang sedang hamil 8 bulan. Tapi bukan bayi yang ada dalam perutnya, namun penyakit misteriuslah yang membuatnya tampak seperti ibu hamil dalam 15 tahun terakhir ini.

Menurut perempuan 33 tahun ini, kondisi tersebut dialaminya sejak masih berusia 18 tahun. Ditengarai ada masalah dengan usus yang belum bisa dijelaskan oleh dokter sehingga membuat perut Joanne membesar.

"Sejak mengalami kondisi ini, perut saya membesar sehingga tampak seperti sedang hamil 8 bulan," ucap ibu satu anak seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (19/3/2013).

Akibat perutnya yang membesar Joanne merasakan sakit yang menusuk. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga mempengaruhi kehidupan sosialnya lantaran dia tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.

Untuk mengurangi rasa sakit Joanne, dokter melakukan uji coba dengan memasang alat seperti pacu jantung di usus. Alat ini akan mengatur gerakan usus sebagai kunci untuk pemulihan Joanne.

Operasi yang dijalani Joanne adalah gastric electrical stimulation (GES) yang mana menggunakan perangkat yang diimplan di perut untuk mengirimkan listrik ringan ke saraf dan otot perut bagian bawah. Alat tersebut bernama neurostimulator dan ditanam di sisi kanan perut.

Umumnya prosedur ini digunakan untuk membantu pasien dengan gastroparesis, yakni kondisi di mana otot-otot perut tidak berfungsi normal, juga diabetes dan gangguan sistem saraf. Prosedur ini dilakukan manakala gejala penyakit tidak dapat dikendalikan oleh obat.

Ternyata prosedur itu membuat Joanne merasa lebih baik. Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, dia merasa normal. Setelah uji coba, Joanne akan menjalani operasi permanen.

(vit/up)

Dr. A. Gatot Subroto HPr, Sp.S

Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)

RSUD Dr. Soedomo Jl. Dr. Soetomo 2 Trenggalek Tel:0355-791118

Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)

RSD Dr. H. Koesnadi Bondowoso Tel:0332-421974



View the original article here



Peliculas Online